Ketenangan Salah Satu Cara Menuju Jalan Kebijakan
Memelihara pikiran positif itu gak semudah kita ngucapain atau saat kita menyarankan kepada orang lain. Semuanya butuh proses dan akan beda banget situasinya, jika keadaan sedang baik-baik saja. Tentu akan lebih mudah mengendalikannya.
Berbeda, jika keadaaannya sedang tidak baik-baik. Overthingking akut, galau bisa jadi suasana hati kacau balau.
Trus gimana caranya supaya membaik?
Ya caranya kita harus tenang. Sesulit apapun situasi yang lagi dihadapi coba tenang, tetap ambil sikap tenang dulu.
Hah?
Gak bisalah, reflek emosi langsung naik.
Iya saya paham. Saya juga pernah ngalami gitu.
Nah, ketika kekacauan negara api menyerang coba dech, diam dulu bentaran. Bentaran aja, direm dulu yang mau reflek. Tarik nafas yang dalam lalu hembuskan perlahan, ulangi beberapa kali sampai bisa ngerasa emosi yang reflek tadi minimal turun, nggak sampai dlosor jauhlah, gak apa apa. Karena hal itu jelas sulit banget.
Lahh, trus gimana, semisal emosi udah turun kita pingin nangis?
Pingin nangis ya nangis aja. Wajarlah..namanya juga lagi kacau, apalagi kalau ada yang jadi pemicu. Tapi setelah itu usahakan kembali tenang. Tenangkan pikiran yang kadang cepat menjadi liar karena dengan kita tenang, keputusan atau tindakan kita akan meminimalisir dari banyak kekeliruan. Duduk bersandar, atur nafas kembali, amati pernafasan secara perlahan. Berdoa bisa jadi pilihan untuk mensaranani pikiran semakin tenang.
Jika sudah tenang baru kita ambil keputusan atau membuat alternatif pikiran lain misal A, B atau C. Jangan sungkan juga untuk berbagi cerita dengan seseorang yang kita anggap bisa dipercaya, untuk meringankan beban jiwa. Diskusikan apa yang kita rasakan, atau apa yang akan kita putuskan.
Ketenangan itu kunci penyelesaian masalah serta jalan menuju kebijakan. Karena kita dapat lebih melihat persoalan lebih luas untuk dikaji. Membantu meminimalisir kekacauan hidup. Selain itu juga dapat mencegah timbulnya penyakit baik psikis dan fisik kita.
Semoga manfaat. 😊
Semoga kita selalu sehat dan bahagia
Terima kasih sudah membaca tulisan ini.
Komentar
Posting Komentar